Selasa, 11 Agustus 2015

RASA Misterius

Ada RASA yg belum bisa kudefinisikan, RASA itu sperti ini :

RASA itu seperti ingin di luangkan waktu oleh raga ku yang mungkin menurut nya tak pernah diam,
RASA itu merasa tak diperhatikan, mungkin RASA itu butuh perhatian lebih
RASA itu merasa ingin berkonsentrasi, ingin berfokus, seperti ingin merenung
RASA itu sperti butuh ketenangan, butuh menyendiri,
RASA itu merasa kalau saya harus bergerak, melakukan hal yang seharusnya kulakukan

Saya pun tak mengerti dengan rasa itu, sebenarnya rasa itu ingin saya melakukan apa.?
Seperti inilah ketika hati dan fikiran tak singkron, hati di mana fikiran di mana.
Sy bingung harus memulai dari mana,
RASA itu kerap kali datang menakut nakuti, membuat saya gugup, membuat sy berfikir tak karuan dan kadang membuat saya sensitif.

Apa cuma saya yang meRASA seperti ini ketika ingin dihadapkan dengan yang namanya 'SKRIPSI'???


Kamis, 19 Juni 2014

POLITIK, di mana-mana ramai bahas politik. HATI-HATI meneruskan postingan yang belum tentu benar

Assalamu 'Alaikum Wr. Wb.

POLITIK..

Sebentar lagi pemilihan Capres dan Cawapres..
Setiap hari kita mendengar mengenai politik, siang, pagi dan malam tak henti-hentinya tayang di TV, Radio, Koran bahkan sosial media hingga trdengar secara langsung dari orang-orang di sekitar..
Pemberitaannya bermacam-macam,..
Mulai dari begini begitu hingga seperti itu.. hehehe

Setiap orang punya pilihan yg berbeda, ada yg mengatakan Pasangan PRABOWO-HATTA (OKE dan sebaliknya), begitupun dengan Pasangan JOKOWI-JK (OKE dan sebaliknya)..

Wah, pilih siapa yaah,, soalne mereka semua pada jago-jago, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, tp jangan salah, saya pun sudah ada pilihan, mau tau siapa diaaa.?
Ada deeeh, RAHASIA.. hehehe

Kadang-kadang kalau jalan-jalan intip media sisoal, huaaa, ramainya, POLITIK nya kagak ketinggalan, di twit ada tuh istilah Black Campaign, apa lagi tuhh, macam-macam deh..


Mengenai berita lainnya, ada satu di mata saya yang agak ganjil giituu,, banyak tuh yg posting beberapa status yg saling menjelek-jelekkan, saling menjatuhkan gituu, padahal kan dari SD kita sudah di ajarkan agar dalam memenangkan sesuatu itu kita harus bersaing secara sehat,, tidak saling menjatuhkan gitu,.. yah, itu kata-kata yg paling sy ingat 'bersainglah secara sehat yah anak-anak'... Lupa juga nama guru yg bilang kyak gitu...

Politik itu memang keras, sekeras apa yaah (sekeras batu kali)..  hehehe
Daaaan, kira-kira seperti apa yah sebenarnya berpolitik yg baik atau apalah itu istilahnya...

Saya menulis postingan ini BUKAN karena saya sangat sangat dan sangat  pro terhadap yg namanya politik, tapi saya menulis ini karena sedikit terpancing oleh isu-isu politik yang bersifat negatif gituu, yang di mana banyak media atau orang-orang yg sepertinya cara nya kurang menyenangkan ditonton, didengar dan dibaca..
Wuuih, bikin gregetan sekali pa'

Nah yg salah satunya gak enak di baca tuh postingan atau status yang berbagi artikel yang di mana isi dari artikel tersebut hanya merupakan kejelekan dari para calon presiden gituu...

Saya hanya berfikir, kenapa mesti kejelekan nya yang di posting coba, kenapa tidak fokus aja ke pasangan yang kita dukung, kemuadian memposting artikel yang baik tentang pasangan yg kita dukung itu, visi-misinya kedepan seperti apa atau informasi lain yang baik-baik, bukan dengan mencari-cari kejelakan lawan dari pasangan pavorit kita,

Ya Allah, coba kita fikir, kalau kita memposting artikel yang sifatnya cuman menjatuhkan, bagaimana tuuh, hampir-hampir miriplah dengan infotainment yang ada di TV, yang isi pemberitaannya ada yang benar dan ada juga yang belum tentu benar, yaah, namanya juga isu-isu seputar selebriti kan, infotainment mah begitu, kepo banget, mau tauu aja urusan selebriti.. hehehe
Jadi teringat waktu masih jamannya memakai seragam putih abu-abu dulu, wah, suka banget nonton infotainment (sampai sekarang sih sebenarnya, husssttt) hehehe

Nah, kita kembali ke pembahasan yang tadi, kalau difikir-fikir juga, artikel-artikel yang hanya memberitakan kejelekan pasangan-pasangan capres, itukan ada yang benar dan ada pula yang masih seputar isu-isu dan bahkan tidak benar sama sekali,.. Kan banyak tuh artikel-artikel berita di sosial media..

Nah, kalau sudah seperti itu coba difikir-fikir lagi, hampir seperti memprovokator kan..
Kita juga kan tidak tahu persis berita tersebut, apakah memang benar ada nya atau hanya pemberitaan iseng-iseng dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab saja..
Nah, kalau misal ternyata berita itu tidak benar ada nya dan kita meneruskan untuk memposting artikel tersebut yang tadinya ada sesama teman kita di sodial media yang belum tahu kalau ternyata si pasangan capres itu seperti ini dan seperti itu, dan kemudian teman kita di sosial media juga meneruskan postingan tersebut, nah gimana coba jadinya...
Itu mah namanya kita menyebarkan aib mereke, nah kalau sudah seperti itu, lagi-lagi hampir mirip dengan gosip, ber-gosip, menggosipi, ghibah dan apa lah yang serupa dengan itu...


Waaah,, kalau sudah seperti itu kedengarannya kan sudah gak baik,, itu mah hanya bagian dari bahasa kasarnya saja yee...
Saya pernah dengar pesan dari orang tua, saya bukan orang bugis, tapi saya pun sedikit faham dengan bahasa bugis, kalau orang bugis bilang 'manya-manya ko mappallettu' ada', dimana kita harus berhati-hati menyampaikan sesuatu...

Denger tuh agan-agan, kita harus hati-hati menyebarkan berita...
Kagak bagus menyebarkan berita yang belum tentu benar, daaaaan kalau pun itu benar kan kagak bagus juga kalau kita menjelek-jelekkan orang,..
Meskipun ada yang bilang begini, : 'kan bukan saya yang tulis, kan saya cuman meneruskan postingan tersebut'....
yaaah, itu mah hampir saja mirip atau mungkin sudah mirip kali yah, ah entahlah, saya kagak faham persis juga, biasa kalau ada kayak gitu saya cuman aduin ke pak ustad dulu, ajukan tangan dan bertanya apakah seperti itu benar atau tidak... hehehe, coba di tanyakan aja dulu yeeee, biar kagak keliru....
Tapi kalau orang faham mah kali aja tau lah jawabannya bagaimana....
iyakaaan...??? Coba yang faham mana.? Unjuk tangan dong, gimana tuh... hehehe

Maaf yaah agan-agan, saya tidak bermaksud menggurui atau apa, saya hanya menganggap bahwa apa yang saya tulis ini mungkin merupakan hal positif bagi diri saya sendiri, (apa tongmi itu kalau mau ka lagi tulis sesuatu yg bersifat nya maccalla giituu... hehehe, maklum, saya kalau di kampus jail sekali, tapi nda serig-sering ji juga,, eh, kenapa na curhar jadinya.. hehe)
Yaah, intinya untuk kebaikan diriku laah... (mumpung hari ini sepertinya hatiku agak kebuka, soalne saya juga kalau terlanjur, buuuh, bisa lupaa, lupa waktu maksudnya).. hahaha

Yaaah, jadi gimana.? Kita mau seperti apa.? Yah terserah, itu mah pilihan lagi, lagi-lagi pilihan yaaah..Hidup memang seperti itu, penuh pilihan. Tapi memang hidup itu Pilihan.
Tapi yang bagus kayaknya kalau kita posting yang baek-baek saja laah... Contohnya begini, waaah, semalam capres waktu debat capres ini seperti ini, saya suka skali gayanya... hahaha, itu mah contoh... Bukan yang seperti ini, waaah, tadi malam capres ini begini, nda bagusnya caranya, masa jawabannya begini begitu... yaaa atau apalah, intinya yang bae-bae doonk. Toh toh toooh...

Membanding-bandingakan boleh saja, tapi ingat, ada batasannya.. Jangan samapai over, mau tau batasannya sampai di mana,.? Jangan tanya ke saya yeee, tanya diri sendiri, apa kah tindakan yang akan kita ambil sudah benar atau belum.? kalau ternyata kita benar-benar tidak tahu, sebaiknya kagak usah deh bertindak yang akan merugikan diri kita sendiri.. Atau sebaiknya bertanya dulu ke siapaaaa gitu yang bisa berikan kita jawaban yang tepat, daaaan kalu ternyata jawabannya tidak memuaskan, atau mungkin tidak sependapat dengan kita, jangan maksa yaaah,, terima aja dengan lapang dada, heheh bisa-bisa emosi meningkat looh, nanti bisa bentrok lagi .. hehehe, kagak sampai kesitu juga kali yaah...

PILIHAN di tangan anda...
Sekali lagi maap maap dan maap atas adanya tulisan seperti ini...
Mari kita pilih Capres dan Cawapres yang baik untuk kita semua kedepannya...

Wassalam.......

Rabu, 06 November 2013

Urban Form

Assalamu 'Alaikum Wr.Wb.

Kali ini saya akan mem-posting tentang Urban Form....
Ada yang tau tidak definisi dari Urban Form itu sendiri apa.?
Saya sendiri sebenarnaya tidak tau, maka dari itu, mari kita sama-sama cari tau apa sebenarnya Urban Form itu.?

Dari hasil pencarian saya katanya si "Larry S.Bourne" Urban Form itu adalah bentuk kota (singkatnya) atau biasa disebut pola ruang atau tatanan dari setiap unsur yang berada dalam area perkotaan, baik bangunan maupun guna lahan (secara kolektip membentuk lingkungan terbangun) termasuk juga tatanan kelompok-kelompok sosial, kegiatan ekonomi dan institusi publik.

Beberapa Komponen Pembentuk Struktu
          Menurut S.Bourne ada beberapa unsur yang membentuk struktur ruang kota antara lain:
  1. Density
  2. Diversity (homogeneity)
  3. Concentricity
  4. Sectorality
  5. Conentivity (linkages)
  6. Directionality 
          Sedangkan J.E Gibson (J.E Gibson: Designing The New City, 1977) menyebutkan bahwa urban form atau spatial organization ditentukan oleh 6 unsur, yaitu:
  1. Size (ukuran atau besaran penduduk atau geografis kota)
  2. Population density (pola persebaran penduduk)
  3. Geometric arrangement (pola jaringan jalan)
  4. Grain (dalam konteks ini dimaksudkan sebagai diversity in urban environment, contohnya disebutkan bahwa setiap distrik itu sebaiknya minimal mempunyai 2 fungsi utama atau lebih: blok-blok harus lebih pendek agar sirkulasi lebih mudah dan cepat; setiap distrik sebaiknya terdiri dari bangunan dari berbagai usia dan kondisi; harus memiliki konsentrasi penduduk yang cukup)
  5. Accessibility (adalah kemampuan penduduk, barang atau informasi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain)
  6. Character (menyangkut corak atau estetis suatu lokasi).
Gibson menyebutkan bahwa dari keenam faktor tersebut pola geometric arrangement yang paling menentukan dalam memberikan ciri atau bentuk kota secara fisik.
Secara umum menurut Gibson kurang lebihnya enam pola bentuk kota seperti yang terbentuk dari geographicc arrangement yaitu seperti ttergambar dalamdiagram berikut:



Sekian dulu dari saya, jangan lupa saran nya yaah...

Wassalaaam....................

Sumber Referensi:
 http://geobelajar.blogspot.com/2011/02/struktur-ruang-kota.html
http://imazu.wordpress.com


Kamis, 31 Oktober 2013

Sustainable City #1 & #2

Assalamu 'Alaikum Wr.Wb.

Sustainable City....???
Kalau dalam bahasa indonesia nya itu adalah 'kota yang berkelanjutan'....
Mmmm, kota berkelanjutan itu apa siiih......?
Menurut dari materi yang saya dapat dari dosen saya kota berkelanjutan itu merupakan pengembanngan kota yang mengedepankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan hidup.
Keseimbangan dari ketiga aspek tersebut sangat berperan penting untuk menjamin adanya keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia, tanpa mengurangi peluang generasi yang akan datang untuk menikmati kondisi yang sama.

Desain kota dan tata letak fisik kota


Bentuk perkotaan yang berkelanjutan berpengaruh terhadap beberapa aspek, diantaranya:
1. Lingkungan
  • Mengurangi temperatur udara di kota
  • Polusi udara dikurangi dan juga kebisingan dari kendaraan
  • Banyak oksigen di daerah kota
  • Mengurangi dampak akibat bencana
  • Memperbaiki derajat kenyamanan
2. Transportasi
  •  Merduksi pemakaian mobil
  • Memberikan kemudahan dalam mengakses fasilitas karena jarak yang dekat, aman dan lebih mudah
3.  Sosial
  • Memungkinkan orang berinteraksi ddengan cepat
  • Memberikan kemudahan dalam mengakses fasilitas dan tempat kerja
  • Memiliki tempat yang mudah diakses untuk transportasi umum
  • Cenderung akan lebih menggunakan sepeda dan berjalan kaki
  • Mengurangi terjadinya kejahatan
4. Ekonomi
  • Perkotaan mengurangi biaya infrastruktur melalui skala ekonomi sementara kapasitas yang ada meningkatkan nilai tanah dan sebagainya membuat pengembangan lebih layak sehingga memperkuat strategi spesial
  • Terjadinya pertukaran uang yang tinggi
Yahh, kurang lebih seperti itu lah....
Kurang dan lebihnya mohon dikomentaR... hehehe
Se U next blog...... ^_*

Wassalamm........

Sumber Referensi:
Fahmyddin AT, ST., M.Arch

Bangunan Berkelanjutan yang Hemat Energi

Assalamu 'Alaikum Wr. Wb.

Salah satu aspek penting dalam desain arsitektur yang semakin hari semakin dirasakan penting adalah penataan energi dalam bangunan. 50% enrgi dari konsumsi bahan bakar fosil di dunia dipakai oleh arsitek dalam pelayanan dan penggunaan bangunan. Krisis sumber energi takterbaharui mendorong arsitek untuk semakin peduli akan energi dengan cara beralih kesumber energy terbaruhi dalam merancang bangunan yang hemat energi, penggunaan pendekatan desain ekologis, dll.
Dalam desain bangunan hemat energi, kita haus mengetahui terlebih dahulu memahami tentang Carbon footprint atau jejak karbon. Carbon footprint adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh kegiatan tertentu dan hal ini digunakan sebagai salah satu cara bagi organisasi atau individu untuk menilai konstribusi mereka terhadap iklim (Guide to Pas 2050)
Komponen jejak karbon pada bangunan:
1.    Ibu kota lingkungan intrinsik dalam pembangunan, Energi dan sumber daya yang dikeluarkan dalam pembuatan dan transportasi bahan, energi yang dibutuhkan untuk menyiapkan dan melayani situs, dan kemudian membangun bangunan.
2.    Jejak energi meluas untuk memasukkan energi yang digunakan untuk mempertahankan dan menjaga pengembangan dan persyaratan layanan harian setelah itu digunakan.
3.    Energi yang penghuni keluarkan dalam bergerak antara bangunan dan seluruh kota , bersama-sama dengan energi yang dibutuhkan untuk memberi makan penghuni .
4.   Energi yang dibutuhkan untuk menghancurkan pembangunan dan membersihkan tempat saat telah mencapai akhir masa pakainya.
Pembangunan hemat energi Carbon footprint: Bahan Bangunan
1.   Dalam memilih bahan bangunan pertimbangan pertama adalah jumlah energi yang digunakan dalam pembuatannya.
2.      Sebagai panduan kasar namun, intensitas energi dari bahan bangunan akan bertindak sebagai panduan untuk kehijauan nya ( vale dan vale , 1991) .
3.     Bahan bangunan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok luas sesuai dengan kandungan energi : sedang, rendah, dan tinggi.
4.        Kandungan energi bahan ditunjukkan dalam tabel diukur dalam kilowatt - jam per kilogram
5.        Bobot masing-masing bahan bangunan harus diketahui jika perancang ingin memperkirakan kandungan energi total konstruksi selesai .
6.        Kandungan energi dari bahan bangunan terhubung dengan sifat proses penyempurnaan .
7.      Secara umum bahan-energi rendah, cenderung menjadi yang paling mencemari sebagai energi yang sudah kurang digunakan.
8.        Untuk mencapai Struktur berkelanjutan bahan berenergi rendah harus digunakan dalam preferensi untuk orang-orang dari kandungan energi tinggi.
Saran dan komentarnya yeee.....

Wassalamm............
Sumber Referensi:
http://www.slideshare.net/fahmyatauhid

Transportasi Berkelanjutan yang Hemat Energi

Assalamu 'Alaikum Wr. Wb. 


Alat transportasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Penggunaan alat transportasi yang menggunakan bahan bakar minyak adalah salah satu penyumbang pemanasan global. Industri otomotif sudah mulai melakukan riset untuk mengurangi dampak dari pembakaran bahan bakar.
Untuk mengantisipasi hal tersebut,  langkah penting yang harus diambil agar sistem transportasi perkotaan hemat energi bisa tercipta adalah dengan membangun sistem transportasi berkelanjutan yang hemat energi. Sebagian besar ibu kota di Negara Asia Tenggara telah memiliki transportasi massal cepat. Hal ini diperuntukkan agarsistem transportasi yang dibutuhkan tidak hanya untuk alasan keamanan energi, melainkan untuk mengurangi beberapa problema yang sering terjadi, seperti;
1. Berkurangnya beban iklim dan dampak perubahan iklim,
2. Berkurangnya polusi udara,
3. Berkurangnya kebisingan akibatkendaraan,
4. Berkurangnya kemacetan yang berlebihan yang dapat mengakibatkan  kenaikan ekonomi.

Solusi untuk mengurangi penggunaa energi yang berlebihan;
1. Mengurangi penggunaan mobil pribadi,
2. Perencanaan dan perancangan perkotaan yang dapat mengurangi kebutuhan mobilitas,
3. 30 tahun yang lalu pembatasan penggunaan mobil dilakukan untuk melindubgi lingkungan lokal:
  • Bahaya asap,
  • Kebisingan dan degradasi visual,
  • Mengurangi pengaruh iklim dari gas kaca.
 Lalu Lintas dan Polusi
Transportasi di kota ini tidak akan terselesaikan hanya dengan pelebaran jalan yang terjadi setiap tahunnya, melainkan mengandalkan penggunaan yang lebih besar seperti;
  • Transportasi umum,
  • Bersepeda,
  • Berjalan (untuk setiap mobilitas yang diperlukan).
Ada 8 sasaran tujuan untuk mencapai kebijakan transportasi yang berkelanjutan (The Royal Commission on Environmental Pollution, 1994):
  1. Untuk memastikan bahwa kebijakan transportasi yang efektif di semua tingkat pemerintahan terintegrasi dengan kebijakan penggunaan lahan dan memberikan prioritas kepada meminimalkan kebutuhan untuk transportasi dan meningkatkan proporsi perjalanan dengan lingkungan kurang merusak mode.
  2. Untuk mencapai standar kualitas yang udara akan mencegah kerusakan pada kesehatan manusia dan lingkungan.
  3. Untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama di kota-kota, dengan mengurangi dominasi mobil dan truk dan menyediakan sarana alternatif akses.
  4. Untuk meningkatkan proporsi angkutan barang perjalanan dan pribadi dengan lingkungan kurang merusak mode dan untuk membuat penggunaan terbaik dari infrastruktur yang ada.
  5. Untuk menghentikan hilangnya lahan untuk mengangkut infrastruktur di daerah konservasi, budaya, pemandangan atau kemudahan nilai, kecuali penggunaan lahan untuk tujuan yang telah terbukti menjadi pilihan terbaik lingkungan praktis.
  6. Untuk mengurangi karbon dioksida transportasi emisi dari.
  7. Untuk secara substansial mengurangi infrastruktur Transportasi menuntut kayu dan tempat industri kendaraan pada bahan tidak terbarukan.
  8. Untuk mengurangi transportasi gangguan dari kebisingan.

Sekian dulu brei, mohon saran dan komentarnya yeeeh.............

Wassalaaam........

Sumber Referensi:
Fahmyddin A'raf Tauhid, ST., MT.

Rabu, 09 Oktober 2013

PEMBANGUNAN KOTA BERKELANJUTAN



Assalamu ‘Alaikum Wr.Wb............
Mmm,, Refresh pertama nih…
Cuma mau berbagi sedikit mengenai Kota Berkelanjutan, langsung saja kita mulai dari Definisi Pembangunan Kota Berkelanjutan…. Hhehe, (disingkat-singktkan saja gan, soalnya minggu lalu gak hadir, Insya Allah minggu depan lebih dimaksimalkan lagi).

Definisi Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan kota yang berkelanjutan adalah suatu proses dinamis yang berlangsung secara terus-menerus, merupakan respon terhadap tekanan perubahan ekonomi, lingkungan, dan sosial, dan budaya. Proses dan kebijakannya tidak sama pada setiap kota, tergantung pada kota-kotanya. Salah satu tantangan terbesar konsep tersebut saat ini adalah menciptakan keberlanjutan, termasuk didalamnya keberlanjutan sistem politik dan kelembagaan sampai pada strategi, program, dan kebijakan sehingga pembangunan kota yang berkelanjutan dapat terwujud menjadi kota yang baik dan nyaman bagi warga negaranya.

Perwujudan kota berkelanjutan ( The World Commision on Environment and Development, 1987) antara lain: 
  1. Kota berkelanjutan dibangun dengan kepedulian dan memperhatikan aset-aset lingkungan alam,memperhatikan penggunaan sumber daya, meminimalisasi dampak kegiatan terhadap alam. 
  2.  Kota berkelanjutan berada pada tatanan regional dan global, tidak peduli apakah besar atau kecil, tanggung jawabnya melewati batas-batas kota. 
  3.  Kota berkelanjutan meliputi areal yang lebih luas, dimana individu bertangguang jawab terhadap kota. 
  4.  Kota berkelanjutan memerlukan aset-aset lingkungan dan dampaknya terdistribusi secara lebih merata. 
  5.  Kota berkelanjutan adalah kota pengetahuan, kota bersama, kota dengan jaringan internasional. 
  6.  Kota berkelanjutan akan memperhatikan konservasi, memperkuat dan mengedepankan hal-hal yang  berkaitan dengan alam dan lingkungan 
  7.  Kota berkelanjutan saat ini lebih banyak kesempatan untuk memperkuat kualitas lingkungan skala lokal, regional, dan global.
Adapun beberapa pendapat mengenai pembangunan berkelanjuta, yaitu:
  • Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan" (menurut Brundtland Report dari PBB, 1987).
  • Pembangunan kota berkelanjutan merupakan suatu kota yang nyaman bagi penghuninya, dimana akses ekonomi dan sosial budaya terbuka luas bagi setiap warga  negaranya untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan interaksisosial warganya serta kedekatan dengan lingkungannya.
 
dBerdasarkan konsep pembangunan berkelanjutan tersebut, maka indikator pembangunan berkelanjutan tidak akan terlepas dari aspek-aspek tersebut di atas, yaitu aspek ekonomi, ekologi/lingkungan, sosial, politik dan budaya. Sejalan dengan pemikiran tersebut, Djajadiningrat (2005) dalam buku Suistanable Future: Menggagas Warisan Peradaban bagi Anak Cucu, Seputar Pemikiran Surna Tjahja Djajadiningrat, menyatakan bahwa dalam pembangunan yang berkelanjutan terdapat aspek keberlanjutan yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Keberlanjutan Ekologis
  2. Keberlanjutan di Bidang Ekonomi
  3. Keberlanjutan Sosial Budaya
  4. Keberlanjutan Politik
  5.  Keberlanjutan Pertahanan Keamanan

Hal yang Penting Dalam Pembangunan Berkelanjutan
  • Proses pembangunan hendaknya berlangsung terus menerus
  • Lingkungan hidup memiliki keterbatasan
  • Semakin baik kualitas lingkungan maka semakin baik pula pengaruhnya terhadap kualitas hidup
  • Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dilakukan sehemat mungkin dan dicari sumber daya alternatif lainnya
  • Pembangunan yang dilakukan memungkinkan meningkatkan kesejaheraan genarasi sekarang tanpa mengurangi kesejahteraan generasi y ang akan datang.
·            Ciri-ciri Pembangunan Berkelanjutan
           Menghargai keanekaragaman hayati
·         Menggunakan pendekatan integratif
·         Menggunakan pandangan jangka panjang

Yah, kurang lebih seperti itu lah…
Super singkat yaah….
Sekian dulu yah,,,,,,,,,,,(^_^)
Wassalam……………

Sumber :
  • Fahmyddin AT., ST., M.Arch.
  •  http://qushayalidrus.blogspot.com/2013/08/pembangunan-kota-berkelanjutan.html
  • http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/196202131990012-SRI_HAYATI/MK-EKOLOGI_DAN_LINGKUNGAN/PB.pdf